TATELU- Kelompok Usaha Wanita Melati Tatelu Warukapas Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara megaprasiasi positif pemberdayaan kemitraan masyarakat (PKM) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi tahun 2025, Sabtu (23/8). Pasalnya, kegiatan ini membuka lapangan kerja baru untuk kaum ibu untuk menunjang kebutuhan ekonomi keluarga. Kegiatan ini melibatkan tim pengajar dari Fakultas Peternakan dan Fakultas Pertanian Unsrat Manado, antara lain Pengusul adalah staf pengajar di fakultas peternakan dan Fakultas Pertanian yaitu Sylvia Komansilan ,Teltje Koapaha , Sjaloom. E. Sakul. Juga melibatkan mahasiswa Fakultas Peternakan Unsrat , Syalomnita Pangau, Wenseslaus Kolompoy dan Eugene Jonathan.
Menurut Komansilan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melibatkan mitra yaitu Kelompok Usaha Wanita Melati di Desa tatelu warukapas kecamatan dimembe provinsi sulawesi utara yang menjadi ketua adalah ibu Novita Ratuwalangon. Program pemberdayaan kemitraan masyarakat ini merupakan bentuk pengabdian yang terintegrasi dengan SDG’S berbasis kinerja IKU, Asta Cita dan bidang fokus RIRN dimana saat ini Perguruan Tinggi dituntut untuk dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal dan selalu relevan.
“Program pemberdayaan kemitraan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi kelompok Usaha Wanita Melati merupakan sasaran yang hendak dicapai pada PKM di desa Tatelu Warukapas Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Potensi ekonomi masyarakat melalui kegiatan ini yaitu pembuatan nugget perlu dimotivasi karena penting untuk dikembangkan sebagai industri rumah tangga,” ujar Komansilan yang adalah pengusul kegiatan ini, Senin (25/8).
Ia menjelaskan target khusus yang ingin dicapai yaitu peningkatkan kemampuan mengolah produk nugget melalui proses pengolahan nugget sehingga pendapatan kelompok ini meningkat pula. Juga Kelompok Usaha Wanita Melati mendapatkan sumber pendapatan dari produksi nugget dan juga menunjang program pemerintah yaitu Program Makan Bergizi Gratis[MBG] yang bisa didistribusikan oleh kelompok ini.
“Dengan adanya kegiatan ini kelompok Usaha Wanita Melati Tatelu Warukapas Kecamatan Dimembe Minahasa Utara, maka diperlukan pendampingan kepada anggota kelompok ini untuk menerapkan Iptek mengenai pengolahan industri produk peternakan. Sebab pembuatan nugget berpeluang untuk meningkatkan industri rumah tangga yang berdampak posistif terhadap pendapatan keluarga, namun belum ada yang mengerti atau memahami tentang proses pengolahan nugget tanpa bahan pengawet buatan,” tandasnya.
Ditambahkannya, Kelompok Usaha memerlukan pengetahuan tentang wirausaha untuk memasarkan produk hasil ternak. Melalui Program ini solusi yang diusulkan adalah pengembangan nugget sehat berbasis bahan pangan lokal yang kaya nutrisi, tanpa bahan pengawet, dan rendah lemak. Inovasi ini akan menciptakan alternatif makanan olahan yang lebih aman dan bernilai gizi tinggi. Selain itu, penyuluhan, teknik pembuatan nugget ayam sehat berbasis bahan pangan lokal yang tinggi nutrisi dan rendah bahan tambahan berbahaya harus ada. Pentingnya gizi dan kesehatan dalam produk makanan olahan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi yang lebih sehat.Strategi pemasaran dan pengemasan produk agar kelompok mitra dapat meningkatkan daya saing produknya di pasar.
“Dengan adanya program penyuluhan ini, kelompok mitra akan memiliki keterampilan dan pengetahuan yang lebih baik dalam menciptakan produk nugget sehat, sehingga tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” tukasnya. (wsg)


