Pemkab Minahasa Terus Berupaya Mengatasi Masalah Banjir Di Pesisir Danau Tondano

pemkab gandeng stekholder terkait atasi masalah banjirMINAHASA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa terus berupaya mengatasi masalah banjir di pesisir Danau Tondano. Keseriusan Pemkab nyata, dengan duduk bersama sejumlah stekholder, antara lain Balai Jalan Nasional, Balai Sungai Nasional, Dinas PUPR Propinsi, Badan Lingkungan Hidup Propinsi, PLTA Tanggari, serta Camat yang warganya terdampak banjir.

Danau Tondano merupakan salah satu asset Pemerintah yang sudah mengalami pendangkalan. Tahun 80-an kedalaman sekitar 60 meter, namun saat ini tinggal 18 meter hasil pengukuran menggunakan sonar yang dilakukan oleh TNI Angkatan Laut Kairagi.

Bacaan Lainnya

Selain itu, banyak sekali masyarakat yang bergantung di Danau Tondano untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan keluarga. Memang saat ini Danau sementara dibersihkan eceng gondok yang dilakukan oleh Pemerintah pusat dan diawasi oleh Pemerintah Propinsi serta Kabupaten Minahasa.

Sementara itu, Sekda Lynda Watania ketika dimintai keterangan mengenai keseriusan Pemkab untuk mengatasi masalah banjir mengatakan Danau Tondano memegang peran penting dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat Minahasa. Kenapa, karena banyak sekali hasil Danau yang memberikan efek positif untuk masyarakat. Antara lain, hasil perikanan dan pembangkir listrik tenaga air di Tanggari.

“Danau Tondano punya potensi destinasi pariwisata yang besar. Untuk menjadi salah satu destinasi wisata dunia, tentunya infrastrukturnya juga harus dibangun,” ujar Sekda Watania, Kamis (15/05).

pemkab gandeng stekholder terkait atasi masalah banjirIa menjelaskan, penyelamatan Danau Tondano yang merupakan asset berharga harus dilakukan, lantaran sector perikanan juga merupakan destinasi wisata air yang menjanjikan. Juga menjadi danau prioritas Pemerintah Pusat.

“Saat ini, pendangkalan Danau Tondano sudah dalam tahap yang mengkhawatirkan. Di tengah intensitas hujan yang tinggi, hal ini menyebabkan debit air danau meningkat dan meluap ke pemukiman warga. Sebagai langkah darurat, PLTA Tonsea Lama telah membuka penuh pintu air untuk mengurangi volume air danau,” jelas Watania.

Sekda menambahkan, akan dilakukan kerja bakti massal untuk pembersihan sampah yang susah mengurai yang menjadi salah satu penyebab banjir di pesisir Danau Tondano. Sampah tersebut sudah menutup saluran air serta menutup pintu air PLTA Tonsea Lama. Kerja bakti ini akan melibatkan semua stekholder yang ada, juga masyarakat yang berada di pesisir Danau dengan koordinasi dari Hukumtua. Pemkab juga memberikan bantuan obat obatan serta bamboo untuk digunakan masyarakat membuat jembatan menuju rumah tinggal yang tergenang banjir.

“Semua pihak yang terlibat berkomitmen untuk terus mendukung langkah-langkah strategis jangka pendek, menengah, hingga panjang dalam menyelamatkan Danau Tondano dan memitigasi dampak banjir di wilayah Minahasa,” pungkas Watania. (wsg)

Pos terkait