MINAHASA-Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang (VaSung) memantau langsung sekitar 300-an rumah yang terdampak banjir di tiga Desa yang ada di Kecamatan Kakas yaitu, Desa Tounelet, Desa Paslaten dan Desa Kaweng. dari pemantauan langsung, Vasung mendengar akan keluhan masyarakat yang terdampak banjir. “Dari pengakuan warga sudah sekitar tiga minggu lebih mereka terdampak banjir karena meluapnya air Danau Tondano,” ujar Vasung,
Pemkab sendiri tak akan membiarkan warga, dengan menyediakan obat obatan guna menangkal penyakit gatal gatal serta infeksi saluran pernapasan (Ispa). “Obat obatan sudah berkoordinasi dengan Puskesmas, namun jika kekurangan obat maka aka nada dari Dinas Kesehatan Minahasa,” lanjut Vasung.
Vasung berharap, agar masyarakat masyarakat selalu menjaga kebersihan, khususnya jangan membuang sampah di saluran air. Apalagi sampah plastic yang tidak bisa mengurai, setelah dilakukan pengecekan ada saluran air yang meluap gegara menumpuknya sampah di pintu air menuju Danau Tondano dan mengakibatkan meluapnya air danau. “Sampah ini merupakan masalah nasional, sehingga penanggulangannya mesti dari masyarakat. Kan, setiap minggu sudah ada mobil sampah yang melayani area Kakas. Nah, dimintakan masyarakat untuk menyediakan tempat sampah nanti diangkat oleh mobil sampah tersebut setuap minggu. Untuk iuran perbulan sangat ringan, iuran tersebut sebagai operasional dalam rangkah mengangkat sampah dilokasi Kakas,” terang Vasung.
Mengenai usulan masyarakat untuk membuka pintu air di Tanggari, Vasung menjelaskan bahwa Pemkab Minahasa sudah melakukan koordinasi. Saat ini pintu air sudah dibuka 35 CM. namun sudah tidak bisa dibuka lebih karena dampaknya akan lebih besar.
“Selain akan mengakibatkan banjir di Manado, juga akan menggangu putaran turbin sehingga aka nada pemadaman listrik secara terjadwal,” tandas Vasung.
Vasung menambahkan kita semua berdoa, agar cuaca ekstrim dengan curah hujan tinggi bisa berakhir sehingga debit air di Danau Tondano bisa berkurang. Memang sudah ada pendangkalan untuk kedalaman Danau Tondano yang dulunya sekitar 60 meter lebih saat ini tinggal 16 meter sehingga jika debit air di sungai sungai penyuplai air tinggi maka air Danau Tondano otomatis akan meluap. “Namun untuk pengerukan Danau Tondano merupakan kebijakan pemerintah pusat karena memerlukan anggaran yang besar. Tapi, Pemkab Minahasa akan terus berupaya membawa dan menyuarakan keluhan masyarakat ke Pemerintah Pusat,” Pungkas Vasung. (wsg)


